Situasi Kejadian Avian Influenza (AI) Pada Unggas Kondisi S/d 31 Maret 2017

Tanggal Posting : 02 Mei 2017 | Publikasi : (admin) | Hits : 587

Informasi bulanan perkembangan kejadian penyakit Avian Influenza (AI) subtype H5N1 pada unggas di Indonesia berdasarkan hasil Uji Cepat (Rapid Test) positif yang dilaporkan petugas kesehatan hewan respon cepat melalui SMS Gateway, iSIHKNAS dan hasil surveilans investigasi BBVet/BVet sampai dengan kejadian AI per 31 Maret 2017 sebagai berikut :

  1. Kejadian AI pada unggas selama bulan Maret 2017
    1. Jumlah kejadian AI sebanyak 31 kejadian di 31 desa pada 15 Kab/kota di 8 Provinsi, yakni:
      1. Jawa Barat 12 kejadian (Tasikmalaya/3 kejadian Kec. Padakembang/1, Kec. Manonjaya/1, Kec. Sukaratu/1; Kota Cimahi/1 kejadian Kec. Cimahi Selatan; Ciamis/1 kejadian Kec. Sidarahayu/1; Cirebon/3 kejadian kec. Pangenan/1, Kec. Greged/1, Kec. Kaliwedi/1; Indramayu/4 Kejadian. Kec.Widasari/1, Kec. Terisi/2, Kec. Kertasemaya/1);
      2. Nusa Tenggara Timur 10 kejadian (Ngada/9 kejadian kec. Bajawa/7; Kec. Golewa/2; Bajawa Utara/1 kejadian);
      3. Lampung 4 Kejadian (Pringsewu/1 kejadian Kec.Pagelaran; Bandarlampung /2 Kejadian Kec. Rajabasa/1, Kec. Tanjung Karang Pusat/1 ; Pesawaran/1 kejadian Kec. Waylima/1);
      4. Jawa Timur 1 kejadian (Mojokerto/1 kejadian Kec. Sooko;);
      5. Sulawesi Selatan 1 kejadian (Selayar/1 kejadian, Kec. Benteng);
      6. Riau 1 kejadian (Bengkalis/1 kejadian Kec. Mandau);
      7. Banten 1 kejadian (Lebak/1 kejadian, Kec Rangkasbitung)
      8. DI Yogyakarta 1 kejadian (Bantul/1 kejadian Kec. Pandak);

 

  1. Menyebabkan kematian unggas sebanyak 12.136 ekor terdiri dari  1018 ekor ayam kampung, 4618 ekor itik, 2300 ekor Puyuh 3985 ekor Broiler, 15 ekor Kalkun dan 200 ekor ayam petelur.

 

  1. Keterkaitan dengan Kasus Flu Burung pada manusia, dilaporkan bahwa tidak ada kasus Flu Burung pada Manusia selama  tahun 2016 dan selama Januari s/d Maret 2017.

 (Sumber Kementerian Kesehatan)

  1. Perkembangan kejadian AI pada unggas tahun 2007 s/d 2017

Sejak terjadinya wabah AI pada unggas di Indonesia yang dideklarasi pada bulan Januari 2004, kejadian secara bertahap menurun cukup signifikan setiap tahun yakni th. 2007 = 2.751 kejadian, th. 2008 = 1.413 kejadian, th 2009 = 2293 kejadian, th.2010 = 1502 kejadian, th. 2011 = 1.411 kejadian, th. 2012 = 546 kejadian th. 2013 = 470 kejadian, th. 2014 = 346 kejadian, tahun 2015 = 123 kejadian, tahun 2016 = 255 kejadian dan tahun 2017 = 84 kejadian.

 

  1. Kesiagaan Pengendalian AI pada unggas

Untuk mengantisipasi kondisi cuaca ekstrim curah hujan tinggi dan kejadian banjir di beberapa daerah di Indonesia yang berpotensi risiko meningkatnya kejadian AI pada unggas dan penyakit menular strategis lainnya, maka telah diterbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan No. 04041/PK.310/F.III/2016 tanggal 4 November 2016 dan Surat Edaran Direktur Kesehatan Hewan No. 30034/PK.320/F4/01/2017 tanggal 30 Januari 2017 tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS), antara lain :

  1. Penyuluhan kepada masyarakat agar melapor ke petugas kesehatan  terdekat bila mengetahui adanya unggas sakit/mati mendadak
  2. Tindakan 3 Cepat (Deteksi, Lapor dan Respon Cepat Pengendalian Penyakit)
  3. Penerapan Biosekuriti dengan model 3 Zona (Bersih, Antara, Kotor) guna mengamankan peternakan agar tidak terserang masuknya berbagai kuman penyakit unggas
  4. Penerapan Vaksinasi 3 Tepat (Vaksin, Jadwal, Tehnik vaksinasi)
  5. Tindakan Sanitasi pada sepanjang rantai pemasaran unggas
  6. Surveilans investigasi oleh Laboratorium Veteriner guna mengetahui sumber penularan, epidemiologi dan dinamika virus AI
  7. Kompartementalisasi dan zona bebas AI
  8. Masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Masyarakat

 

  1. Strategi pengendalian AI di indonesia meliputi :
  • Strategi Utama

   (1) Deteksi, Lapor dan Respon (DLR) Cepat

   (2) Biosekuriti

   (3) Vaksinasi

   (4) Penataan/Sanitasi rantai pasar unggas 

   (5) Kompartementalisasi dan Zoning

   (6) Surveilans

   (7) Pengawasan lalu lintas

  • Strategi Penunjang

   (1) Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE)

   (2) Kemitraan pemerintah dan swasta (Public Private Partnership) 

   (3) Legislasi

 

  1. Capaian  Zona dan Kompartemen yang telah memperoleh Sertifikat Bebas AI s/d 31 Maret 2017

a.   Zona Bebas AI                  : Provinsi Maluku Utara, Maluku Utara

b.   Kompartemen Bebas AI: Breeding Farm (Grand Parent Stock farm, Parent Stock farm), Final Stock Farm dan Hatchery  yang berlokasi di 9 provinsi:

1)   Jawa Barat                              :  43 kompartemen

2)   Lampung                                 :  13 kompartemen

3)   Jawa Timur                             :   9 kompartemen

4)   Banten                                     :   3 kompartemen

5)   Jawa Tengah                         :   3 kompartemen

6)   Bali                                           :   2 kompartemen

7)   Nusa Tenggara Timur          :   2 kompartemen

8)   D.I.Yogyakarta                       :   1 kompartemen

9)   Kalimantan Barat                  :   1 kompartemen

 

  1. Komunikasi Publik
    1. Masyarakat/peternak yang mengetahui adanya unggas sakit/mati mendadak agar melapor melalui SMS ke Tim Respon Cepat setempat/daerah terdekat atau melalui SMS dan Call Center AI   Direktorat Kesehatan Hewan No. 08118301001 atau melalui Pelapor Desa (PELSA) untuk diteruskan melalui iSIKHNAS.
    2. Informasi kejadian AI pada unggas terkini di Indonesia dapat diakses  melalui website: www.keswan.ditjenpkh.pertanian.go.id. (Kolom Berita, Judul Laporan Perkembangan AI di Indonesia)