Mentan Pastikan Stok Jagung Aman Dan Terkendali

Tanggal Posting : 28 September 2021 | Publikasi : (admin) | Hits : 200

Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo memastikan ketersediaan jagung nasional khususnya untuk pakan ternak dalam posisi aman dan terkendali. Hal tersebut diungkapkan Mentan, Syahrul Yasin Limpo saat berkunjung ke dua pabrik pakan ternak (feedmil) yakni PT Japfa Comfeed Indonesia dan PT Charoen Pokphand Indonesia di Serang, Banten (27/9).

“Presiden meminta semua menterinya turun untuk melakukan stabilisasi, saya bertanggung jawab di produksinya dan tentu menteri lain akan bertanggung jawab perihal harga dan lain sebagainya, tentunya kerjasama ini harus kita lakukan dengan baik“ pungkasnya.

Sebagai informasi PT Japfa Charoen Pokphand dapat menampung stok kurang lebih sebanyak 850.000 ton pakan ternak. Adapun PT Charoen Pokphand Indonesia dapat membeli hingga 2.5 juta ton dalam satu tahun. Pembelian jagung di Charoen sendiri mampu bertahan selama 42 hari, dan hal tersebut merupakan hal yang normatif,. Setelah 42 hari, baru kemudian membeli lagi.

Mentan menegaskan tidak ada hambatan yang berarti, baik itu dari sisi pembeli maupun ketersediannya. Hanya saja mengalami delay dari adanya panen raya. Delay time itulah yang menjadi perebutan stocking antara pedagang dan pengepul, sehingga mungkin saja ada dinamika-dinamika yang menimbulkan kontraktif .

“Tapi kita sudah hitung delay time hanya sekitar 20-30 hari saja, kurang lebih setegah bulan sampai satu bulan. Tentu kalau sudah panen raya, harga jagung juga tidak anjlok, minimal menuju keseimbangan-keseimbangan, seperti biasanya” imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh PT Japfa Comfeed Indonesia, tidak ada masalah terkait pasokan jagung. Secara fakta, kondisi jagung saat ini cukup baik, PT Japfa dapat menerima hingga 200 truk setiap harinya dan hampir sebagian besar bersumber dari luar pulau Jawa.

Mentan berharap kedepannya harga jagung dapat berangsur naik, begitupun dengan harga telur. “Kita dorong untuk semuanya happy, industri pun juga harus dapat berkembang dengan baik” paparnya. Mentan juga menyampaikan bahwa kemarin ada harga yang turun diakibatkan adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan daya beli masyarakat menurun, sebab horeko (hotel, restoran, toko) pun pembeliannya juga menurun. Hal ini berdampak pada over supply dan ini harus dapat diatur secara bersama.