Kementan Pastikan Stok Jagung Untuk Pakan Ternak Cukup

Tanggal Posting : 30 September 2021 | Publikasi : (admin) | Hits : 178

Grobogan, Jawa Tengah – Kementerian Pertanian (Kementan) mengadakan kegiatan Panen Raya Jagung Nusantara yang digelar serentak di 130 kabupaten Indonesia pada 29 September 2021. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Tuko Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah.

"Pelaksanaannya dilakukan secara serentak dengan empat Gubernur dan 26 Bupati serta Dinas Pertanian seluruh Indonesia via daring," ujar Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo alias SYL yang turut hadir secara langsung.

Mentan SYL mengatakan, kegiatan Panen Raya Jagung Nusantara ini sekalgis menepis anggapan atau isu banyak pihak yang menuding bahwa saat ini stok jagung langka dan terbatas. Ia memastikan, stok jagung yang salah satunya digunakan untuk pakan ternak aman dan cukup.

"Ini sekaligus menjawab anggapan masyarakat yang beredar yaitu kurangnya stok pakan jagung. Jagung adalah komoditi yang bisa ditanam dimana saja, ibarat nya dilempar saja jagung tumbuh kok," tegas Mentan SYL.

Ia mengatakan, sejatinya sektor pertanian merupakan salah satu sumber mata pencaharian bagi masyarakat Indonesia. Sektor pertanian dapat membangun lapangan pekerjaan yang paling banyak. Ia berharap, pertanian bisa tertangani dengan baik agar perekonomian akan teratasi.

Lebih lanjut, Mentan SYL mengapresiasi wilayah Grobogan karena menjadi salah satu sentra jagung yang memiliki potensi besar dalam mendukung ketersediaan jagung pipilan kering. 

Wilayah Grobogan untuk komoditas jagung diperkirakan luas panen pada bulan September mencapai 27.432 hektare dan Oktober 8.712 hektare. Sehingga ketersediaan jagung di Grobogan cukup dan mampu memasok kebutuhan pakan ternak.

Sementara itu, Bupati Grobogan, Sri Sumarni dalam sambutannya mengapresiasi dukungan penuh yang telah diberikan oleh Kementerian Pertanian terhadap komoditas jagung. Salah satunya dengan menjadikan Grobogan sebagai sentra jagung.

"Hamparan jagung di Grobogan siap panen. Saat ini petani sedang menikmati harga yang untung, jadi mohon Pak Menteri agar tidak impor. Ada kabar impor saja harga langsung turun," tutur Sri.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatangaan MOU antara Direktur Jenderal Tanaman Pangan dengan PT. DNA dan di saksikan Menteri Pertanian dalam rangka penyediaan Buffer stok jagung bagi pakan. Hal ini sebagai langkah antisipasi cadangan jagung untuk memenuhi kebutuhan peternak pada saat tertentu.