Kementan Luncurkan Vaksin Anti Flu Burung Untuk Ayam Petelur

Tanggal Posting : 07 November 2018 | Publikasi : (admin) | Hits : 49

Jakarta, Kementerian Pertanian baru-baru ini meluncurkan vaksin Afluvet H9N2. Vaksin Afluvet H9N2 merupakan vaksin pertama di Indonesia dan telah mendapatkan nomor registrasi (ijin edar) dari Kementerian Pertanian. Vaksin tersebut diluncurkan oleh Menteri Amran Sulaiman pada acara Kontes Ternak dan Panen Pedet di Sidoarjo Jawa Timur akhir Oktober lalu. 

"Vaksin ini mampu melindungi ayam petelur dari penyakit flu burung jenis baru sub tipe H9N2 yang tidak terlalu ganas, namun menyebabkan produksi telur menurun”, kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita di kediamannya pada hari Minggu ini (04/11).

Vaksin tersebut diproduksi oleh Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Pusvetma merupakan satu-satunya instansi pemerintah yang memproduksi vaksin Afluvet H9N2 dan telah memperoleh izin edar vaksin hewan dari Kementerian Pertanian. 

“Vaksin ini dapat digunakan peternak ayam layer untuk melindungi kesehatan ayamnya dari serangan virus flu burung, sehingga produksi telur tetap tinggi”, kata I Ketut Diarmita.
 
Sementara itu, Agung Suganda selaku Kepala Puvetma yang diwawancarai secara terpisah menyampaikan, bahwa dalam peluncuran perdana vaksin Afluvet H9N2 Mentan Amran memberikan apresiasi kepada Pusvetma, namun sekaligus memberikan tantangan agar Pusvetma dapat mengekspor produk vaksinnya ke manca negara. Hal tersebut mengingat Indonesia saat ini telah mengekspor produk obat dan vaksin hewan ke luar negeri dengan nilai triliunan rupiah ke 82 (delapan puluhy dua) negara.

Agung menambahkan jika vaksin H9N2 mempunyai potensi vaksin yang tinggi yang menyebabkan produksi telur ayam akan tetap tinggi. “Vaksin H9N2 aman karena merupakan vaksin inaktif dengan kandungan virus AI-H9N2 dan adjuvan minyak yang sesuai, sehingga bisa menjaga kandungan antibodi tetap protektif, sehingga dapat mengatasi penurunan produksi telur," pungkasnya.

 


Kementerian Pertanian