Jaga Ketersediaan Daging Sapi Jelang Lebaran, Tim Gabungan Yang Diketuai Oleh KPPU Sidak Ke RPH Karawaci Tangerang

Tanggal Posting : 19 Juni 2017 | Publikasi : (admin) | Hits : 175

Tangerang _(18/06/2017), Tim Gabungan yang diketuai oleh Ketua KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) Syarkawi Rauf kembali menggelar aksi inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Karawaci di Tangerang pada hari Minggu malam sekitar pukul 22.00 WIB. Sidak ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan sapi potong di RPH tersebut menjelang Lebaran, sehingga harga daging sapi diharapkan stabil dan tidak mengalami lonjakan yang signifikan.

Sebelumnya pada tanggal 15 Mei 2017, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian dan Tim Satgas Pangan Polri serta Kemendag juga telah melakukan sidak ke RPH Semanan Pintu Air, Cengkareng. Selanjutnya pada tanggal 19 Mei 2017 Dirjen PKH bersama dengan Tim Gabungan yang terdiri dari Ketua KPPU Syarkawi Rauf, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung juga melakukan sidak di RPH Ciroyom yang merupakan RPH terbesar di Kota bandung.

Sedangkan sidak kali ini dilakukan oleh Tim Gabungan yang terdiri dari Ketua KPPU Syarkawi Rauf, Kasatgas Pangan Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjaya Widayanti, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan dan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian yang diwakili oleh Plt. Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Fajar Sumping  menyisir RPH Karawaci.

Rombongan disambut oleh Direktur Utama RPH Karawaci, Karnadi Winarga. Rombongan diajak untuk melihat langsung kondisi sapi di kandang sapi RPH yang cukup luas untuk menampung 250 ekor sapi. Setelah meninjau kandang sapi, rombonngan melanjutkan ke bagian pemotongan sapi. Pada saat kunjungan Nampak beberapa pegawai sedang melaksanakan tugas rutinnya, yaitu menyembelih dan memotong daging sapi.

Kanardi menyampaikan, rata-rata pemotongan harian di RPH tersebut yaitu 20-25 ekor untuk hari biasa, sedangkan pada HBKN seperti sekarang ini meningkat menjadi 30-40 ekor dan akan mencapai puncaknya pada H-2 menjadi 160 ekor.  RPH ini mendapat suplai sapi ex-impor berasal dari feedloter PT. Santori, PT. CABS, PT. Juang Jaya dan PT. Widodo Makmur. Harga sapi hidup dari feedloter berkisar antara Rp 41.000-42.500 per kg bobot hidup.

Menurut Karnadi, meskipun terjadi peningkatan permintaan akan daging sapi potong, namun suplai sapi siap potong ke RPH Karawaci dari feedloter cukuo lancar, sehingga RPH Karawaci siap untuk memasok kebutuhan daging ke konsumen jelang Idul Fitri 1438 H untuk wilayah se Jadebotabek.                        

Sedangkan Ketua KPPU Syarkawi Rauf menyampaikan, tujuan sidak ini dilakukan untuk mengecek seberapa besar tingkat kelancaran pasokan sapi siap potong dari feedloter ke RPH.  “Kita melakukan sidak ini karena ingin melihat dan memantau ketersediaan sapi potong dari feedloter ke RPH ini.  Seperti yang kita lihat tadi, meskipun terjadi peningkatan permintaan, tapi teman-teman di RPH ini mapun feedloter lain siap memasok untuk kebutuhan konsumen mulai sekarang hingga H-2 lebaran,” kata Syarkawi menjelaskan.

Setelah stok daging sapi cukup tersedia, Syarkawi berharap tidak ada kenaikan harga daging di pasaran, karena saat ini harga daging sapi sedang stabil. Syarkawi kembali menjelaskan, ketersediaan sapi potong merupakan poin penting, sehingga diharapkan tidak ada lagi kenaikan harga daging yang melonjak di tingkat konsumen. Pada bulan Puasa dan menjelang Lebaran tahun ini, pasokan daging sapi lancar dan aman”, tambahnya.

Dirjen PKH, I Ketut Diarmita sebelumnya pada acara pertemuan yang diselenggarakan oleh KPPU di Hotel Aryaduta menyampaikan mengenai harapannya  agar suplai sapi dari feedlotter dan suplai daging dari RPH dan dari gudang importir akan selalu berjalan lancar tidak ada hambatan dan tidak ada penimbunan. Lebih lanjut I Ketut Diarmita menjelaskan, berdasarkan prognosa sapi lokal siap potong yang dapat diakses sampai dengan bulan Juni 2017 adalah setara dengan 32.046 ton daging. Sedangkan posisi stok daging ex impor sebanyak 53.710 ton, terdiri dari: a). Sapi siap potong (47.130 ekor) atau setara daging 9.379 ton, b). Daging sapi ex impor: 15.061 ton, dan c). Daging kerbau ex impor (Bulog): 29.270 ton. Sehingga berdasarkan ketersediaan tersebut, prognosa kebutuhan daging bulan Juni 2017 adalah sebesar 54.646 ton, sehingga dapat terpenuhi atau AMAN, bahkan surplus sebanyak 17.818 ton.

Di tempat pemotongan hewan di  RPH Karawaci dijelaskan bahwa harga per kg daging segar yang bagus saat ini berkisar antara Rp. 110.000 – Rp. 120.000, sedangkan harga untuk menengah kebawah dipatok Rp. 90.000 – Rp.80.000.

Selanjutnya  Kasatgas Pangan Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menyampaikan, Satgas Pangan juga bertugas melakukan penindakan hukum terhadap oknum yang melakukan penyimpangan dalam bekerja. Satgas Pangan ini serentak digerakkan mulai dari tingkat Mabes Polri, Polda sampai dengan Polres. “Terdapat 145 personel diturunkan untuk melakukan penetrasi pasar di seluruh Indonesia yang didampingi oleh Satgas pangan dan KPPU di daerah”, kata Irjen Setyo. “Diharapkan kepada seluruh stakeholder untuk menjaga dan mempertahankan kondisi ini agar harga tetap stabil sampai H+2 Idul Fitri,” tambahnya.
                


Contact Person:
Yuliana Susanti, SPt, MSi (Tim Humas Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan)