Desa Susu Akan Jadi Contoh Peternakan Sapi Perah Rakyat Modern

Tanggal Posting : 12 Desember 2018 | Publikasi : (admin) | Hits : 307

Subang,- Desa Susu (Dairy Village) merupakan proyek percontohan untuk peternakan sapi perah modern masa depan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para peternak secara berkelanjutan. 

Peresmian Desa Susu hari ini Selasa (11/12) dilakukan di PTPN VII Subang, Jawa Barat. Pembangunan Desa Susu ini melalui program kemitraan yang merupakan kerjasama antara (FFI), PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VII, Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang – Jawa Barat, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda yang berlokasi di PTPN VII Subang, Jawa Barat.

Program ini dilaksanakan dalam rangka membangun semangat para peternak sapi perah dan untuk meningkatkan kualitas serta produktivitas Susu Segar di tingkat peternak. Pembangunan Desa Susu (Dairy Village) ini diharapkan dapat merubah mindset peternak, yaitu dari cara beternak tradisional ke arah peternakan yang modern dan ekonomis.  Konsep peternakan tersebut kedepannya diharapkan dapat diduplikasi oleh peternak sekitarnya, sehingga mampu mendorong dan membangun persusuan dalam negeri.

Kemitraan merupakan salah satu fokus pemerintah untuk mendorong percepatan pengembangan pembangunan peternakan sapi perah di Indonesia. Pemerintah berharap kemitraan menjadi salah satu solusi dalam mengurai permasalahan persusuan nasional dalam mengekselerasi penyediaan susu melalui produksi dalam negeri yang berkualitas dan berdaya saing untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi masyarakat dan bahan baku industri yang berkesinambungan. Peran peternak sapi perah lokal Indonesia sangatlah penting bagi perusahaan karena para peternaklah yang memastikan kelancaran produksi dengan menyediakan bahan baku susu sapi yang memiliki kuantitas dan kualitas yang baik.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kebutuhan susu Indonesia di tahun 2017 adalah 4.448,67 ribu ton, dengan konsumsi susu 16,99 kg/kap/thn, sementara itu produksi susu Nasional adalah 922,97 ribu ton atau memasok 20,74% dari konsumsi nasional. Maka 3.525,70 ribu ton (79,26%) masih harus dipenuhi melalui impor. Data tersebut menunjukkan adanya potensi yang besar dalam menumbuhkan industri pengolahan susu serta mengembangkan usaha peternakan sapi perah di Indonesia.

Untuk mendorong peningkatan populasi dan produksi sapi perah kementerian Pertanian terus mendorong untuk terwujudnya kemitraan antara pelaku usaha (IPS dan importir) dengan peternak, kelompok peternak dan koperasi peternakan sapi perah. Pelaksanaan kemitraan ini diatur dalam berbagai regulasi dan lintas kementerian. 

Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata dari program kemitraan dan sebagai langkah awal percontohan peternak sapi perah rakyat modern di Indonesia. Dengan pembukaan Desa Susu (Dairy Village) ini diharapkan dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas susu segar dalam negeri, sehingga pelaku usaha mendapatkan kepastian bahan baku susu segar yang berkualitas untuk industrinya, serta peternak/koperasi mendapatkan kepastian pasar untuk susu segarnya. 
PT. FFI diharapkan dapat terus berkomitmen untuk memproduksi susu olahan dan produk susu lainnya yang berkualitas tinggi, baik untuk kebutuhan masyarakat Indonesia maupun untuk ekspor. 

Hadir dalam acara peresmian Desa Susu kali ini yaitu: perwakilan Gubernur Jawa Barat, Bupati Bandung Barat, Plt. Bupati Subang, perwakilan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kementerian BUMN, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda serta perwakilan Ditjen PKH Kementerian Pertanian dan Ketua Koperasi Peternak Susu Bandung Utara.