Berkat Kerjasama Tim Terpadu, Pasokan Dan Cadangan Pangan Asal Ternak Aman Serta Tidak Ada Gejolak Di Bulan Ramadhan Dan Hari Raya Idul Fitri 1438 H

Tanggal Posting : 06 Juli 2017 | Publikasi : (admin) | Hits : 271

Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), bulan Ramadhan dan juga Hari Raya Idul Fitri 2017 telah dilalui oleh masyarakat dengan penuh suka cita. Terlebih lagi pada hari besar tersebut, ketersediaan pangan hingga harganyapun dilalui dengan aman tanpa ada gejolak. Untuk itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pada acara Halal Bihalal di Kantor Pusat Kementerian Pertanian hari Senin tanggal 3 Juli 2017 mengapresiasi kinerja semua anak buahnya, mulai dari Eselon I, pegawai Kementerian Pertanian (Kementan), hingga instansi lainnya yang telah bekerja keras bersama-sama untuk meraih keberhasilan tersebut.

Pada kesempatan itu, Menteri Amran Sulaiman juga mengapresiasi kinerja Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita, Menteri Perdagangan, KPPU, serta Satgas Pangan Mabes Polri atas kerjasamanya dengan Kementan dalam menjaga ketersediaan pangan, sehingga harga pangan, termasuk pangan asal ternak stabil.

“Ini adalah sinergi yang luar biasa antar semua pihak.  Menurut KPPU, harga yang paling stabil sejak 10 tahun terakhir adalah harga di tahun 2017,” kata Amran Sulaiman. “Daging sapi, daging ayam dan telur ayam untuk HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional), yaitu bulan Puasa dan Idul Fitri Tahun 2017 ini, kondusif dan aman, baik dari segi ketersediaan maupun harganya”, tambahnya.

Dirjen PKH, I Ketut Diarmita menyampaikan, kondisi harga bahan pokok khususnya daging sapi, daging ayam dan telur ayam, pada puasa dan lebaran tahun ini tentunya tidak lepas dari peran serta Satgas Pangan POLRI dan KPPU yang secara bersama-sama  dan sangat luar biasa aktif mendorong tercapainya stabilitas harga pangan tersebut. I Ketut Diarmita juga menyampaikan penghargaan kepada para pelaku usaha yang telah menyediakan daging dan telur dengan harga sesuai yang diharapkan oleh masyarakat.

Selanjutnya, Menteri Amran Sulaiman juga berpesan kepada Dirjen PKH, bahwa PR atau tugas besar utama Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan yang harus tercapai pada tahun ini adalah mewujudkan 3 juta ekor kebuntingan pada sapi.

Sebagaimana diketahui bahwa salah satu fokus kegiatan penting pembangunan peternakan dan kesehatan hewan tahun 2017 adalah Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang berorientasi pada peningkatan populasi untuk mencapai swasembada protein hewani asal ternak. Dimana akselerasi pertambahan populasi ternak khususnya Sapi dan Kerbau harus dilakukan secara masif dan serentak, sehingga Upsus Siwab menjadi gerakan nasional untuk lebih mendorong pertumbuhan populasi Sapi dan Kerbau di Indonesia. Program ini telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Upsus Siwab akan memaksimalkan potensi Sapi Indukan di dalam negeri untuk dapat terus menghasilkan pedet (anak sapi) dalam rangka menambah populasi ternak nasional.

Upaya ini dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan asal ternak dan meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus mengejar swasembada sapi tahun 2026 seperti yang ditargetkan Presiden Joko Widodo. Peningkatan populasi ini juga dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan dari impor dan sekaligus mendukung Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia.

Pada tahun 2017 telah ditetapkan 4 (empat) juta ekor akseptor Sapi dan Kerbau, dengan target kebuntingan ternak 3 (tiga) juta ekor. Selain dari kelahiran anak sapi/kerbau, target lain yang akan dicapai yaitu menurunnya angka penyakit gangguan reproduksi dan menurunnya pemotongan sapi betina produktif.

Dirjen PKH menyampaikan, keberhasilan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan, utamanya UPSUS SIWAB, merupakan cerminan eksistensi Ditjen PKH dalam memenuhi ekspektasi harapan peternak.  Untuk Itu, Dirjen PKH berkomitmen dan mengajak seluruh stakeholder untuk bekerjasama agar dapat mewujudkannya.

 

Contact Person:
Yuliana Susanti, S.Pt, M.Si (Humas Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan)